.quickedit{ display:none; }

cctv

Minggu, 22 Mei 2016

Tanya Jawab tentang HT


Apakah ada ijin kepemilikan HT?
  • Tidak perlu ijin apapun jika HT hanya digunakan untuk memonitor (hanya receive tanpa transmit).
  • Ijin diperlukan jika HT digunakan sebagai alat komunikasi dua arah (transmit dan receive), baik untuk keperluan amatir radio maupun bisnis
  • Hanya pihak Balai Monitoring (BALMON) yang berhak melakukan sweeping. Petugas polisi, anggota ORARI/ RAPI saja tidak berhak melakukan sweeping jika tanpa disertai petugas Balmon yang dilengkapi surat tugas.
Bagus mana antara HT VHF dan UHF?
  • Keduanya sama bagusnya, hanya berbeda di band frekwensi yang dipergunakan. Pilihlah sesuai kebutuhan anda (atau sesuaikan dengan frekwensi yang digunakan team anda).
  • Kelebihan VHF adalah signal di udara bebas merambat lebih jauh dari pada UHF (pada power yang sama).
  • Kelebihan UHF adalah lebih mampu menembus hambatan fisik (gedung/ beton/ tembok/ tebing/ pepohonan) daripada VHF.
  • Karena harga HT dualband (mampu beroperasi di VHF dan UHF) sangat terjangkau, lebih baik membeli HT dualband.
Berapa jarak jangkauan HT?
  • Perlu dipahami bahwa jangkauan HT sangat dipengaruhi oleh posisi dan lokasi HT pemancar dan HT penerima. Jika lokasi bagus tanpa halangan, dalam kondisi ideal sangat mungkin antar HT dengan power 5 watt bisa menembus jarak lebih dari 10km.
  • Dalam kondisi banyak halangan fisik (tembok, beton, basement, bawah tanah, gedung, pepohonan, bukit/ tebing), jarak bisa sangat terbatas 50-500m.
  • Klaim beberapa merk dengan menyebutkan jarak jangkau tanpa penjelasan tambahan, biasanya hanya trik/ tipuan marketing
  • Rata-rata power HT ukuran besar adalah 5 watt, HT ukuran kecil 2 watt dan walkie-talkie antara 0,3 hingga 0,5 watt. Semakin besar power - dalam posisi, lokasi, dan jenis antena yang sama - maka jarak akan semakin jauh.
  • Jarak jangkau HT tidak dipengaruhi oleh merk HT.
Lalu, bagaimana meningkatkan jangkauan komunikasi HT?
  • Switch setting HT ke High Power. Pastikan battery anda dalam kondisi penuh untuk mendapatkan power maksimal.
  • Carilah lokasi yang lebih tinggi dan bebas hambatan (hambatan seperti tembok, pohon, gedung, bukit, kendaraan besar, pagar dll), lebih tinggi dan lebih terbuka, lebih baik.
  • Hindari meletakkan HT di pinggang, terutama jika anda memakai handsfree. Posisi di pinggang adalah posisi terburuk, sedapat mungkin pindahkan ke bahu depan / belakang.
  • Gunakan antena HT yang lebih baik daripada antena bawaaan. Hati-hati memilih antena, jika salah dapat merusak transmitter HT anda.
  • Gunakan fasilitas repeater untuk meningkatkan jangkauan hingga radius 20-80km (tergantung repeater yang digunakan).
Berapa lama daya tahan pakai battery HT?
  • Dalam kondisi standby monitor, sekitar 12  - 72 jam, tergantung seberapa sibuk jalur komunikasi.
  • Dalam kondisi aktif (transmit dan receive), sekitar 2 - 8 jam, tergantung seberapa sibuk jalur komunikasi.
  • Jika tidak dipakai, daya battery tetap akan berkurang dengan sendirinya dari waktu ke waktu.
  • Jika battery sudah melemah, gantilah dengan yang baru, sedapat mungkin type Lithium-Ion (ringan, kapasitas besar, bebas perawatan).
Apa saja yang mempengaruhi daya tahan battery HT?
  • Semakin sering transmit / memancar, battery semakin cepat habis, ini faktor utama yang menghabiskan daya battery.
  • Semakin sibuk jalur komunikasi ketika memonitor (termasuk disini adalah mendengarkan station radio FM di HT dan setting squelch di angka minimum), semakin cepat battery habis
  • Volume speaker semakin kencang, battery lebih cepat habis.
  • Suhu yang dingin akan menyebabkan performa battery tidak optimal dan lebih sedikit daya battery yang bisa dipakai.
  • Penggunaan lampu layar LCD yang terus-menerus ON. Silakan set di AUTO atau OFF.
  • Usia battery (biasanya diukur dari berapa kali recharge)
Bagaimana agar HT saya awet dan tidak lekas rusak?
  • Pasang antena sebelum memasang battery HT, untuk mencegah tombol transmit PTT tertekan tanpa sengaja.
  • Hindarkan memegang HT pada bagian antena saja, karena bisa merusak konektor antena.
  • Hindarkan dari kondisi lembab dan terkena percikan air
  • Hindarkan dari suhu panas yang berlebihan, misalnya HT ditinggal di dalam mobil.
  • Hindarkan charge batery dalam kondisi ON, dalam beberapa kasus, HT rusak karena input voltage yang tidak stabil.
  • Hindarkan dari kemungkinan terjatuh, jika perlu pakai handstrap tambahan.
  • Jangan memodifikasi rentang frekwensi, baik melalui hardware maupun software, karena dapat menyebabkan kerusakan permanen pada filter HT.
  • Hindari transmit terlalu lama. Lebih baik transmit pendek berulang, daripada transmit lama terus menerus.
  • Set lampu LCD ke AUTO, tetapi akan lebih baik lagi set ke posisi OFF.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak :)
Mengapa ada beberapa merk dengan bentuk HT dan spefisikasi teknis yang sama persis?
  • Ada beberapa merk, misalnya Weierwei, Baofeng, Waccom yang memang merilis type produk yang sama dengan label merk yang berbeda. Hal ini bisa disebabkan karena belum ada patent merk di negara asal, sehingga pemegang merk bisa memesan ke pabrikan OEM dengan merk sendiri, kadang dengan sedikit modifikasi pada casing, namun isi komponen tetap sama.
Apa artinya DUAL WATCH, DUAL STANDBY, DUAL MONITOR di feature HT dualband merk china yang murah meriah ini?
  • Semua istilah tersebut di atas mengacu pada kemampuan HT untuk mendeteksi signal di 2 frekwensi, namun hanya bisa menerima (RX) dan memancar (TX) pada 1 frekwensi pada saat yang sama. Signal yang lebih dahulu diterima itulah yang akan didengarkan oleh HT.
  • Jika anda menginginkan 1 HT yang bisa mendengarkan 2 frekwensi yang berbeda secara bersamaan, istilah yang tepat adalah TRUE DUAL RECEIVE, pilihan yang sesuai adalah HT Yaesu VX-7R, VX-8DR, atau Icom IC-92A dengan kisaran harga 4 - 5 jutaan, atau ada alternatif baru yang terjangkau, yaitu Wouxun KG-UV8D true dual receive dengan harga di bawah dua juta.
Saya ingin membeli antena aftermarket untuk meningkatkan jangkauan HT, ada saran?
  • Pilih konektor antena yang sesuai dengan konektor pada HT anda. Pilihan konektor yang tidak sesuai memang dapat diakali dengan menggunakan adapter, namun akan mengurangi performance antena karena pasti ada loss (kehilangan daya) karena adapter tersebut. Konektor antena HT saat ini adalah jenis BNC, SMA Male dan SMA Female, silakan cek pada spesifikasi HT anda.
  • Antena HT aftermarket yang populer adalah merk Diamond dan Comet (Japan), saya sangat merekomendasikan merk ini, namun perlu diperhatikan bahwa merk ini sangat banyak dipalsukan dengan tingkat kemiripan dari versi yang kasar hingga versi yang sangat mirip dengan aslinya, namun beli merk palsu pasti beresiko kerusakan pada pemancar HT karena antena yang tidak match. Merk lain yang mulai populer adalah Nagoya (Taiwan), dengan harga yang lebih murah, price/performance sangat baik. Silakan googling terlebih dahulu untuk mencari review produk sebelum memutuskan untuk membeli. Pilih dengan bijak agar tidak kecewa dengan pilihan anda.
  • Antena yang tidak cocok, salah satu indikasinya adalah ada panas di pangkal antena jika dipergunakan untuk transmit kurang dari 15 detik.
Yang manakah HT China yang terbaik?
Apakah HT dualband yang dijual disini bisa berkomunikasi dengan waklie talky yang sama miliki sebelumnya?
  • Pasti bisa. yang diperlukan hanyalah setting frekwensi dan tone CTCSS/DCS sesuai dengan frekwensi walkie talkie anda.
Apakah ada walkie talkie yang jangkauannya jauh 20km, harga murah, dan ukuran kecil?

Komunikasi Darurat




Yang dimaksud dengan komunikasi dalam keadaan marabahaya ialah penyampaian berita-berita pada saat terjadi marabahaya, bencana alam dan penyelamatan jiwa manusia serta harta benda.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada komunikasi dalam keadaan marabahaya ini antara lain :
  1. Persiapkanlah terlebih dahulu berita yang akan disampaikan (bila perlu secara tertulis) agar penyampaian berita efisien dan efektif.
  2. Usahakan selalu berbicara tepat dimuka mike agar supaya suara/berita dapat diterima dengan jelas, usahakan berbicara dengan nada yang baik, jelas dan perlahan.
  3. Usahakan untuk menekan tombol PTT selama satu detik, sebelum anda mulai mengirimkan berita, hal ini untuk menjaga awal berita tidak terputus, karena umumnya berbicara lebih cepat daripada dari pada mekanisme tombol PTT.
  4. Dalam keadaan darurat seorang operator condong untuk berbicara cepat, harus dijaga supaya berita dapat sampai ketujuan dengan lengkap dan tepat, jadi usahakan untuk berbicara perlahan dan jelas, KETEPATAN BERITA ADALAH UTAMA, KECEPATAN ADALAH KEDUA.
  5. Hindarkan perasaan emosi di udara karena dapat mengeruhkan situasi/keadaan dan membawa kesan negatif terhadap Amatir Radio.
  6. Gunakanlah kata-kata yang jelas, penggunaan kode Q seyogyanya dihindarkan karena dapat disalah artikan.
  7. Apabila harus menyebutkan nomor supaya dieja kata per kata, misalnya nomor "satu kosong tiga lima" dan "tidak seribu tiga puluh lima" yang mungkin sulit dicatat.
  8. Selalu menyebutkan identifikasi yang jelas pada setiap permulaan transmisi jika dipanggil NCS (net control station) atau stasiun lainnya, harus segera mengetahui siapa yang memanggil.
  9. Jangan mencoba untuk menjadi relay station, apabila tidak diminta oleh NCS (net control station)
  10. Jangan anda menerima begitu saja berita tanpa dimengerti, artinya tanyakan sekali lagi sehingga anda-benar-benar mengerti maksudnya. Yang terpenting kirimkanlah berita berdasarkan fakta yang sebenarnya tidak berdasarkan desas desus.
  11. Harus selalu mengetahui secara tepat lokasi anda, sehingga memudahkan stasiun untuk memberikan petunjuk langsung.
  12. Didalam mengirimkan berita dengan handy Transceiver (HT) usahakan supaya anda tetap berada di posisi pada waktu transit dan tidak berjalan-jalan, karena dapat mengakibatkan berita tidak diterima secara sempurna.
  13. Stasiun yang tidak mempunyai berita atau tidak dipanggil, tidak perlu mengudara, anda hanya berbicara kalau ada berita atau dipanggil, usahakan supaya frekuensi selalu clear.

PENGABDIAN MASYARAKAT



- CADANGAN KOMUNIKASI NASIONAL
Amatir Radio merupakan potensi/sumber daya yang cakap dan terlatih di bidang komunikasi radio. Amatir radio selalu siap membantu Pemerintah. Pada setiap penyelengaraan Pemilihan Umum, amatir radio Indonesia selalu dilibatkan dalam jaringan komunikasi Pemilu.


- EMERGENCY SERVICE
Amatir radio selalu siap dengan stasiun radionya dalam bantuan komunikasi darurat untuk penanggulangan marabaya, penyelamatan jiwa manusia dan penanggulangan bencana alam. ORARI telah mengirimkan timnya untuk membantu komunikasi saat penanggulangan bencana tsunami di Aceh dan Nias, gempa bumi di Yogyakarta dan bencana longsor di Bandung Selatan.



- PUBLIC SERVICE
Amatir Radio siap membantu kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Setiap tahun tim Amatir Radio selalu terlibat dalam dukungan komunikasi angkutan dan pengamanan pada Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru. ORARI juga selalu siap membantu berbagai kegiatan/even nasional, misalnya pada penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional, Sea Games, dan lain-lain.




  - AMATIR RADIO DAN  PRAMUKA
 JOTA (Jamboree On The Air) merupakan komitmen amatir radio terhadap gerakan pramuka. Setiap tahun Amatir Radio membantu pelaksanaan jamboree Pramuka tingkat nasional dan internasional, melalui komunikasi Radio Amatir.

Manfaat HT


Di era digital saat ini hampir semua orang memiliki ponsel dengan jangkauan yang makin luas dan kemampuan ponsel pintar yang makin canggih, namun mengapa masih ada orang membeli perangkat komunikasi HT (handy talkie) berbasis radio frekwensi  yang dianggap teknologi ketinggalan jaman?
Tunggu dulu, setelah memahami latar belakangnya, beberapa orang setuju dengan alasan-alasan membeli HT di bawah ini:
  • Pekerjaan: ini alasan paling sederhana, mau tidak mau, beberapa pekerjaan mengharuskan pemakaian HT dalam kesehariannya, misalnya polisi lalulintas, pekerja tambang, security, bahkan event organizer pun lazim menggunakan perangkat kecil ini.
     
  • Keselamatan: dalam banyak kasus, penggunaan radio HT telah menyelamatkan banyak jiwa ketika dalam kondisi darurat, misalnya dalam keadaan bencana alam, search and rescue di gunung, perairan laut, gua bawah tanah,  petugas medical mobile, serta keadaan kegawatan lainnya. Untuk alasan ini pula ada yang membeli dan menyimpan radio komunikasi khusus sebagai emergency preparedness, untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu terjadi darurat bencana, maka dapat menolong keselamatan diri sendiri maupun orang lain, mengingat jalur komunikasi publik seperti  telepon dan seluler biasanya terputus untuk beberapa waktu. Di US dan Canada, saat inipun sistem komunikasi radio masih menjadi tulang punggung utama ketika terjadi bencana badai, banjir, tsunami, maupun gempa bumi.
     
  • Praktis: ini alasan kuat mengapa HT masih digunakan dalam banyak pekerjaan tertentu, karena ada fungsi HT yang tidak bisa tergantikan oleh ponsel, yaitu komunikasi one-to-many atau broadcast voice information dan komunikasi mandiri tanpa ketergantungan pihak lain. Dengan demikian informasi yang disampaikan melalui HT dapat didengar oleh semua pihak yang memantaunya, sehingga dapat mudah melakukan koordinasi mobile team secara serentak. Event organizer, field officer, security, tim SAR atau bahkan konvoi kendaraan, semua memanfaat aspek kepraktisan ini.
     
  • Murah: tanpa perlu dipertanyakan lagi, mau dipakai terus menerus atau hanya sekali dua kali, biaya perijinan dan pembelian HT bersifat tetap, tanpa ada pengeluaran biaya lain lagi seperti halnya komunikasi internet atau telepon seluler. Mau jalan-jalan di mall besar, tempat wisata, sekarang juga lebih mudah komunikasi dengan banyak anggota keluarga memakai HT mungil daripada SMS atau telepon.
     
  • Hobi: masih banyak orang yang menggunakan jalur komunikasi radio untuk bersosialiasi lisan langsung, sekedar berkabar maupun menjalin silaturahmi yang lebih erat dengan sesama pengguna radio. Dengan banyaknya repeater di saat sekarang ini, trend mulai bergeser dari pengguna rig base station menjadi mobile station menggunakan HT karena lingkup jangkauan menjadi luas dengan adanya repeater.  Hobi ini pula yang menjadikan seseorang menjadi kolektor berbagai jenis HT, mulai dari type jadul hingga HT digital.
Masih ada banyak alasan lain, mengapa radio komunikasi terutama HT masih terus diperlukan dan tetap digunakan hingga saat ini dan tentunya.. mendatang :)
Copyright © 2012 by: Aditya Wardana
Sumber : http://www.tokoradio.com/manfaat-ht

Selasa, 17 Mei 2016

Morowali Utara, Kabupaten Baru di Provinsi Sulawesi Tengah



Berdasarkan Undang - undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 2013 Tentang Pembentukan Kabupaten Morowali Utara di Provinsi Sulawesi Tengah.

Ibu Kota Kabupaten Morowali Utara ( MorTara ) berkedudukan di Kolonodale Kecamatan Petasia.

Kabupaten Morowali Utara berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Morowali yang terdiri atas cakupan wilayah:

a. Kecamatan Petasia;
b. Kecamatan Petasia Timur ( Pemekaran dari Kecamatan Petasia );
c. Kecamatan Lembo Raya ( Pemekaran dari Kecamatan Lembo );
d. Kecamatan Lembo;
e. Kecamatan Mori Atas;
f. Kecamatan Mori Utara;
g. Kecamatan Soyo Jaya;
h. Kecamatan Bungku Utara; dan
i. Kecamatan Mamosalato.


Kabupaten Morowali Utara mempunyai batas-batas wilayah:

  • Sebelah utara berbatasan dengan Desa Buyuntaripa, Desa Korondoda, Desa Bugi Kecamatan Tojo dan Desa Rompi Kecamatan Ulubongka Kabupaten Tojo Una-Una;
  • Sebelah timur berbatasan dengan Desa Rata, Desa Gunung Kramat, Desa Matawa, Desa Mangkapa Kecamatan Toili Barat Kabupaten Banggai, dan Laut Banda;
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Solonsa Kecamatan Wita Ponda Kabupaten Morowali dan Desa Nuha, Desa Matano, dan Desa Sorowako Kecamatan Nuha Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan; dan
  • Sebelah barat berbatasan dengan Desa Uelene, Desa Mayasari Kecamatan Pamona Selatan dan Desa Pancasila, Desa Kamba, Desa Matialemba, Desa Kancu’u dan Desa Masewe Kecamatan Pamona Timur Kabupaten Poso.


Proses terbentuknya Kabupaten Morowali Utara berdasarkan Undang - undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 2013 yaitu :
Provinsi Sulawesi Tengah yang memiliki luas wilayah ±61.841,29 km persegi dengan penduduk pada tahun 2012 berjumlah ±2.935.343 jiwa terdiri atas 11 (sebelas) kabupaten dan 1 (satu) kota, perlu memacu peningkatan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka memperkukuh Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
Kabupaten Morowali yang mempunyai luas wilayah ±13.041,32 km persegi dengan jumlah penduduk pada tahun 2012 berjumlah ±236.534 jiwa terdiri atas 18 (delapan belas) kecamatan dan 258 (dua ratus lima puluh delapan)desa/kelurahan. Kabupaten ini memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan penyelenggaraan pemerintahan. 
Pembentukan Kabupaten Morowali Utara adalah terlahir dari aspirasi masyarakat dan secara administrasi telah bergulir sejak tahun 2003. Alasan pembentukan Kabupaten Morowali Utara merupakan korban dari Undang-Undang Nomor 51 Tahun 1999 yang bersifat ambigu sehingga menimbulkan konflik dalam masyarakat dan menyimpan potensi konflik horizontal yang tinggi dalam masyarakat. 
Sejarah perjuangan melahirkan Kabupaten Morowali tumbuh sejak lama dengan dicetuskan melalui kemauan politik resolusi DPRD/GR PropinsiSulawesi Tengah No.1/DPRD/1966, yang isinya meminta kepada pemerintah pusat agar Propinsi Sulawesi Tengah dimekarkan menjadi 11 (sebelas) Daerah Otonom Tingkat II, salah satunya adalah Kabupaten Morowali yang saat itu disebut wilayah Kerajaan Mori dan Kerajaan Bungku. 
Kabupaten Morowali Utara merupakan wilayah yang didiami oleh mayoritas Suku Mori yang tergolong kelompok majemuk dan multikultur. Menurut Albert C. Kruyt (“het Lanschap Mori”) mengklasifikasi penduduk Kerajaan Mori terdiri dari penduduk pribumi, yaitu mereka yang telah lama menetap dan menjadi warga Kerajaan Mori yang terbagi lagi dalam 3 (tiga) golongan, yaitu orang Mori asli, penduduk bukan orang Mori, dan penduduk aslibukan orang Mori (suku-suku lain) yang mendiami wilayah kerajaan dan penduduk suku-suku yang berasal dari daerah lain dan sejak berabad-abad melakukan eksodus dan menetap di wilayah Kerajaan Mori. 
Dengan berakhirnya perang dunia ke II, Pemerintah Hindia Belanda melakukan penataan dengan menjadikan wilayah Kerajaan Mori dan Bungku sebagai bagian dari wilayah pemerintahan langsung (Government gebied) dan digabungkan pada wilayah pemerintahan Sulawesi dan daerah bawahannya(Government van Celebes en Onderhoorigheden) yang pusat pemerintahannya di Makassar. 
Selanjutnya bekas Kerajaan Mori dan Bungku sebagai daerah swapraja yang masing-masing berkedudukan di Kolonodale dan Bungku. Daerah SwaprajaMori dibagi 4 (empat) distrik yaitu Distrik Ngusumbatu, Distrik Sampalowo,Distrik Kangua dan Distrik Soyo yang kepala pemerintahannya disebut kepala distrik. Pada tahun 1938 Pemerintah Hindia Belanda melakukan reorganisasi struktur pemerintah dan menghasilkan keputusan padatahun 1942 bahwa wilayah Swapraja Mori dijadikan 3 (tiga) distrik yaitu Distrik Tomata berpusat di Tomata, Distrik Ngusumbatu berpusat di Tinompo, dan Distrik Petasia berpusat di Kolonodale. Seluruh wilayah permukiman penduduk Suku Mori, wilayah Kecamatan Bungku Utara, dan Kecamatan Mamasalato yang menyatakan aspirasi dan pernyataan sikap sebagai yang dahulu sebagai eks daerah Swapraja Bungku kini berada dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Morowali Utara. 
Dengan luas wilayah dan besarnya jumlah penduduk seperti tersebut diatas, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat belum sepenuhnya terjangkau terutama di wilayah pedalaman dan kepulauan. Kondisi demikian perlu diatasi dengan memperpendek rentang kendali pemerintahan melalui pembentukan daerah otonom baru sehingga pelayanan publik dapat ditingkatkan guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. 
Sarana dan prasarana pemerintahan yang sudah sangat lengkap terbangun di wilayah Morowali Utara sehingga dapat dipastikan apabila terbentuk pelayanan pada masyarakat akan langsung dilakukan tanpa harus membebani APBD dengan pembangunan gedung pemerintahan. Sarana prasarana pemerintahan yang sudah tersedia di Kabupaten Morowali Utara di antaranya, kantor bupati, kantor DPRD kabupaten, kantor dinas-dinas,rumah jabatan pimpinan pemerintahan kabupaten, kantor kejaksaan,rumah tahanan, kantor syahbandar, kantor bea cukai, kantor TNI/Polri,serta fasilitas pelayanan umum yakni pelabuhan, kesehatan umum, depot Pertamina, telekomunikasi, kelistrikan, perbankan, dan PDAM.
Sumber kekayaan alam yang besar di wilayah Morowali sehingga dapat dipastikan Morowali Utara dapat membiayai APBD tanpa membebani Kabupaten Morowali. Kesanggupan Kabupaten Morowali Utara dalam pembiayaan daerah berdasarkan potensi kekayaan alam yang meliputi nikel, minyak, gas, marmer, perkebunan karet dan kelapa sawit, sektor pertanian, perikanan dan perdagangan. Selain itu Ibu Kota Morowali Utara di Kolonodale adalah satu-satunya kota administratif bentukan Belanda yang belum jadi ibu kota kabupaten di Indonesia.
Pembentukan Kabupaten Morowali Utara yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Morowali terdiri atas 9 (sembilan) kecamatan, yaitu Kecamatan Petasia, Kecamatan Petasia Timur, Kecamatan Lembo Raya, Kecamatan Lembo, Kecamatan Mori Atas, Kecamatan Mori Utara, Kecamatan Soyo Jaya, Kecamatan Bungku Utara, dan Kecamatan Mamosalato. Kabupaten Morowali Utara memiliki luas wilayah keseluruhan ±10.004,28 km persegi dengan jumlah penduduk ±92.766 jiwa pada tahun 2012 dan terdiri atas 125 (seratus dua puluh lima) desa/kelurahan. ( AW20130719 )

SUKU WANA


suku Wana

pic: foto.detik.com
Suku Wana (To Wana), adalah penduduk asli di kawasan Wana Bulang yang berada di wilayah kabupaten Morowali, pemukiman berada di kecamatan Mamosolato, Petasia, dan Soyojaya, dan tedapat juga di wilayah pedalaman di kabupaten Luwuk Banggai. Populasi suku Wana ini diperkirakan hanya 400 orang saja.

Suku Wana ini oleh pemerintah setempat digolongkan sebagai komunitas adat terpencil, yang mana di daerah pemukiman suku Wana belum ada fasilitas kesehatan dan sekolah.
Suku Wana disebut juga sebagai Tau Taa Wana yang berarti "orang yang tinggal di hutan". Sedangkan mereka lebih suka menyebut diri mereka sebagai Tau Taa, atau "orang Taa". 
Suku Wana berbicara dalam bahasa Taa. Bahasa Taa sendiri adalah bahasa yang diucapkan oleh suku Taa. Dilihat dari bahasa yang diucapkan oleh suku Wana ini, menunjukkan bahwa suku Wana dengan suku Taa yang berada di kabupaten Banggai dan kabupaten Tojo Una-Una, kemungkinan besar adalah kerabat sejak masa lalu.
Pemukiman suku Wana berada di hutan pedalaman, yang mereka sebut sebagai Lipu. Mereka bermukim di beberapa Lipu, yaitu Lipu To Oewaju, To Kajumarangke, To Kajupoli, To Posangke, To Bulang, To Langada, To Untunue dan lain-lain.
Asal usul suku Wana, menurut penuturan masyarakat suku Wana, mengatakan bahwa dahulunya mereka berasal dari wilayah sebelah tenggara Teluk Bone. Sedangkan menurut dugaan para peneliti, suku Wana ini hadir di wilayah ini melalui gelombang migrasi sejak ribuan tahun sebelum masehi. Suku Wana atau suku To Wana ini termasuk suku tertua di Sulawesi, ada cerita di Sulawesi Tenggara bahwa suku Towana adalah termasuk salah satu suku pertama yang menghuni daratan Sulawesi, yang telah ada di Sulawesi sejak 8000 tahun yang lalu pada zaman Mezolithicum.
Versi lain menyebutkan bahwa dari struktur fisik, budaya dan bahasa, suku Wana termasuk dalam rumpun suku “Koro Toraja”, yang pada jalur migrasinya berawal dari muara antara Kalaena dan Malili, yang menyusuri sungai Kalaena dan terus ke utara melewati barisan pegunungan Tokolekaju dan sampai di bagian tenggara pesisir Danau Poso. Tidak merasa cocok di tempat ini, mereka melanjutkan perjalanan ke arah timur laut menyisir lereng gunung Kadata menuju dataran Walati, di lembah Masewa. Mereka terus bergerak ke arah timur menyusuri sungai Kuse melewati hulu sungai Bau, kemudian mereka ke arah timur dan berhenti di hulu sungai Bongka (Kaju Marangka). Di tempat baru ini lah mereka akhirnya menetap dan membangun pemukiman, dan terbentuklah komunitas suku Tau Taa Wana.
A.C Kryut, seorang peneliti dari Belanda, dalam artikelnya yang berjudul De To Wana op Oost-Celebes (1930), menyebutkan sebagian imigran tersebut menyebar dan menjadi 4 kelompok suku yang memiliki dialek bahasa yang berbeda, yaitu:
  • Suku Burangas, berasal dari Luwuk dan bermukim di kawasan Lijo, Parangisi, Wumanggabino, Uepakatu, dan Salubiro;
  • Suku Kasiala, berasal dari Tojo Pantai Teluk Tomini dan kemudian bermukim di Manyoe, Sea, sebagian di Wumanggabino, Uepakatu, dan Salubiro;
  • Suku Posangke, berasal dari Poso dan berdiam di kawasan Kajupoli, Toronggo, Opo, Uemasi, Lemo, dan Salubiro;
  • Suku Untunue, mendiami Ue Waju, Kajumarangka, Salubiro, dan Rompi. Kelompok suku ini sampai sekarang masih menutup diri dari pengaruh luar (Yayasan Sahabat Morowali, 1998).
Lipu, pemukiman suku Wana
pic: earth day
Menurut tetua-tetua adat suku Wana, mereka meyakini bahwa nenek moyang mereka dari satu asal, yaitu dari Tundantana, sebuah tempat di wilayah Kaju Marangka, yang berada dalam kawasan Cagar Alam (CA) Morowali. Tundantana diyakini sebagai tempat manusia pertama yang dititiskan dari langit dan kemudian melahirkan nenek moyang Suku Wana.
Menurut cerita rakyat suku Wana, mereka meyakini bahwa mereka berasal dari seorang perempuan bernama Ngga yang diturunkan ke bumi oleh Pue (Tuhan) dan seorang lelaki bernama Mbakale yang menitis dari sebatang kayu besar bernama Kaju Paramba‘a. Keduanya kemudian kawin dan melahirkan dua orang anak. Anak pertama bernama Manyamrame (perempuan), dan anak kedua bernama Manyangkareo (laki-laki). Setelah dewasa, Manyamrame dan Manyangkareo kemudian dikawinkan. Dari perkawinan tersebut, lahir tujuh orang anak, masing-masing: Jambalawa (perempuan), Sansambalawa (laki-laki), Lapabisa (perempuan), Vuampuangka (laki-laki), Pini (perempuan), dan Adimaniyu (perempuan) (Dinas Kesejahteraan Sosial Daerah Propinsi Sulawesi Tengah, 2003).   
Dalam kehidupan sehari-hari, Suku Wana menyebut tanah warisan leluhur mereka dengan “tana ntautua” atau tanah para leluhur (Yayasan Sahabat Morowali, 1998).
“… Di dalam sejarahnya, orang tua dulu menganggap hutan dan tanah sebagai ayah dan ibu. Hutan atau pohon-pohon (propo) itu ayah dan tanah itu ibu. Sehingga kami Tau Taa mengelola hutan dan tanah harus dibuatkan kapongo (sesajian) mampasimang. Tujuannya permisi kepada ayah dan ibu dan menghindari musibah…” (dalam Camang, Nunci, dan Tampubolon, 2005).
Masyarakat suku Wana, saat ini telah mengenal cara-cara pada pertanian, terutama bercocok tanam beberapa jenis sayur-sayuran serta kacang, jagung dan ubi. Selain itu kebiasaan mereka berburu ke hutan tetap dijalankan, untuk mendapat buruan seperti babi hutan, atau binatang liar yang mereka temukan di hutan. Menangkap ikan di sungai juga menjadi pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka